Halo everibadeh.. kali ini gue mau ngepost tentang anak kece yg satu ini.. :D
cekidot.....!!!
Emir Mahira Salim
TTL : Jakarta, 19 September 1997
Hobby : Bermain bola, menggambar
BIOGRAFI :
Emir Mahira Salim, atau dikenal dengan Emir Mahira, lahir di Jakarta pada tanggal 19 September 1997. Namanya melejit lewat judul GARUDA DI DADAKU. Berperan sebagai Bayu, bintang utama film tersebut, membuat Emir kebanjiran tawaran main film.
Beruntung sang mama cukup selektif. Beliau tidak begitu saja menerima setiap tawaran yang masuk. Beliau membaca naskah dulu, baru kemudian menentukan, apakah isi film itu bagus dan cocok diperankan oleh Emir yang usianya masih muda, serta sesuai dengan jadwal kegiatannya.
Karena itulah nama Emir tak sering terdengar lagi setelah debut perdananya. Setahun berselang, Emir kembali membintangi sebuah judul film. Setelah selesai semua proses pembuatan film tersebut, Emir pindah ke Singapura karena ayahnya dipindahtugaskan.
Sedikit demi sedikit, Emir meninggalkan kegiatan dan hobinya. Emir resmi keluar dari Sekolah Sepak Bola Arsenal. Ia mengganti hobi sepak bola dengan tenis meja. Semua dilakukan untuk mempersiapkan diri mengikuti tes masuk ke sekolah internasional di Negeri Singa.
Keberangkatannya ke Singapura disinyalir sebagai mundurnya Emir juga dari dunia akting. Namun ternyata isu tersebut salah. Emir masih konsisten dalam karirnya sebagai aktor.
KARIR
Awal perjalanan karirnya adalah dengan menjadi bintang utama dalam film GARUDA DI DADAKU (2009). Namanya langsung tenar di Indonesia. Bahkan akun facebook yang awalnya hanya mempunyai beberapa ratus orang teman, kini pun telah mencapai jumlah ribuan.
Setelah setahun menghilang dari layar lebar, Emir Mahira kembali lagi lewat film yang bertajuk MELODI. Film ini digarap sebelum keberangkatannya ke Singapura mengikuti sang ayah yang dipindahtugaskan.
Tahun 2011, Emir benar-benar menunjukkan bakat aktingnya yang bukan hanya sekedar main-main. Tak tanggung-tanggung, dua judul film dibintanginya tahun ini. salah satu di antara film tersebut adalah sekuel dari film pertama Emir, GARUDA DI DADAKU.
FILMOGRAFI
2011 GARUDA DI DADAKU 2
2011 RUMAH TANPA JENDELA
2010 MELODI
2009 GARUDA DI DADAKU
Beruntung sang mama cukup selektif. Beliau tidak begitu saja menerima setiap tawaran yang masuk. Beliau membaca naskah dulu, baru kemudian menentukan, apakah isi film itu bagus dan cocok diperankan oleh Emir yang usianya masih muda, serta sesuai dengan jadwal kegiatannya.
Karena itulah nama Emir tak sering terdengar lagi setelah debut perdananya. Setahun berselang, Emir kembali membintangi sebuah judul film. Setelah selesai semua proses pembuatan film tersebut, Emir pindah ke Singapura karena ayahnya dipindahtugaskan.
Sedikit demi sedikit, Emir meninggalkan kegiatan dan hobinya. Emir resmi keluar dari Sekolah Sepak Bola Arsenal. Ia mengganti hobi sepak bola dengan tenis meja. Semua dilakukan untuk mempersiapkan diri mengikuti tes masuk ke sekolah internasional di Negeri Singa.
Keberangkatannya ke Singapura disinyalir sebagai mundurnya Emir juga dari dunia akting. Namun ternyata isu tersebut salah. Emir masih konsisten dalam karirnya sebagai aktor.
KARIR
Awal perjalanan karirnya adalah dengan menjadi bintang utama dalam film GARUDA DI DADAKU (2009). Namanya langsung tenar di Indonesia. Bahkan akun facebook yang awalnya hanya mempunyai beberapa ratus orang teman, kini pun telah mencapai jumlah ribuan.
Setelah setahun menghilang dari layar lebar, Emir Mahira kembali lagi lewat film yang bertajuk MELODI. Film ini digarap sebelum keberangkatannya ke Singapura mengikuti sang ayah yang dipindahtugaskan.
Tahun 2011, Emir benar-benar menunjukkan bakat aktingnya yang bukan hanya sekedar main-main. Tak tanggung-tanggung, dua judul film dibintanginya tahun ini. salah satu di antara film tersebut adalah sekuel dari film pertama Emir, GARUDA DI DADAKU.
FILMOGRAFI
2011 GARUDA DI DADAKU 2
2011 RUMAH TANPA JENDELA
2010 MELODI
2009 GARUDA DI DADAKU
Artis cilik Emir Fahira berhasil memenangkan Piala Citra untuk nominasi Pemeran Utama Pria Terbaik di ajang Festival Film Indonesia (FFI) 2011 lewat film Rumah Tanpa Jendela. Dia berhasil menyisihkan sejumlah pemain film senior Alex Komang (Surat Kecil Untuk Tuhan), Ferdy Taher (Masih Bukan Cinta Biasa), Oka Antara (Sang Penari), dan Tio Pakusadewo (Tebus).
"Perasaannya ya nggak bisa dijelaskan, jelas sih nggak nyangka. Saingan-saingan saya hebat-hebat! Mereka jago-jago! Yang jelas, senang banget, saya speechless," ujar Emir kepada wartawan, usai menerima penghargaan dari Festival Film Indonesia 2011 di Hall D Kemayoran, Jakarta, Sabtu (10/12/2011) malam.
Pemeran Aldo dalam film Rumah Tanpa Jendela tersebut berulang kali menyebut bahwa para saingannya di nominasi tersebut lebih baik dari dirinya. "Yang paling saya kagumi, Oom Tio Pakusadewo. Kalau lihat dia, benar-bener gila! Tak menyangka juga bisa mengalahkan dia," ujarnya.
Meski menang, Emir mengaku tetap akan fokus ke sekolahnya. Diharapkan dengan penghargaannya tersebut, Emir ingin mendedikasikan pada kiprahnya di industri sinema Tanah Air.
"Mudah-mudahan melalui penghargaan ini saya bisa membuat yang terbaik untuk perfilman Indonesia," pungkasnya.











0 komentar:
Posting Komentar